Tag Archives: bus pariwisata

Bus Pariwisata Tabrak Tebing, 2 Tewas, 13 Luka-luka

Jalr di kaki Gunung Lawu kembali menelan korban. Bus Pariwisata PO SINERGI AG 7911 UR mengangkut rombongan asal Surabaya yang berwisata religi dari Candi Cetho celaka. Bus yang dikemudikan Djuniar Kusbiyanto itu menabrak tebing di kawasan Desa Sidolangu, Kecamatan Plaosan, Magetan. Dua orang langsung tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan 13 lainnya mengalami luka-luka. ” Korban tewas penumpang dan kernet bus”, kata Ipda Yudi Wiyanto saat ditemui Radar Magetan.

TKP bus yang celaka itu berada dekat dengan objek wisata Sarangan. Tepatnya, di atas kebun stroberi. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/10) sekitar pukul 17.00. Bus berpenumpang 53 orang itu dalam perjalanan pulang usai berwisata religi di Candi Cetho. Sampai kemarin (8/10) pihak kepolisian masih belum bisa menyampaikan penyebab utama dari kecelakaan tunggal tersebut.

Apakah dari faktor human error atau engine error. “Masih kami selidiki sampai hari ini (kemarin, Red)”, ujarnya.

Dia menambahkan, unit laka Polres Magetan sudah melakukan olah TKP. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Magetan untuk membantu analisis. “Kami tunggu hasilnya, soal dugaan rem blong itu harus ahli yang mengatakan”, tutur Yudi.

Pihaknya juga berfokus melakukan evakuasi. Prosesnya berlangsung selama tiga jam. Sebab, masih ada korban yang terjepit. Sedangkan identitas dua korban tewas masing-masing bernama Nasihudin, kernet bus asal Bangilan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Lainnya Untung, salah seorang penumpang asal Desa Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. “Kami belum bisa periksa sopirnya karena masih luka-luka dan menjalani perawatan”, terang Yudi.

Sopir bus pariwisata mengalami luka di perut dan belum bisa dimintai keterangan. Sehingga proses pemeriksaan baru bisa dilakukan sampai dia pulih. Pihaknya juga belum menetapkan status tersangka. Perlu pemeriksaan mendalam untuk menentukan status seseorang. Juga pemeriksaan terhadap bodi bus yang mengalami kecelakaan. Yudi menyebut tetap akan ada proses hukum terhadap kejadian ini. “Semua pihak harus bersabar sampai para korban dan pengemudi siap dan sehat untuk dimintai keterangan”, tegasnya.

Sumber: RADAR MAGETAN